Gebrakan Kemenpora Menggunakan Teknologi Var - GARUDA JUARA

Informasi Bola

Latest Update
Fetching data...

Gebrakan Kemenpora Menggunakan Teknologi Var

Selama pertandingan sepakbola mungkin pernah kita lihat keputusan-keputusan kontroversial yang dihasilkan oleh wasit. Keputusan tersebut tentunya menjadi kontroversial karena terjadi perbedaan pandangan dengan para pemain. Wasit pernah memutuskan pelanggaran saat terlihat terjadi benturan antar pemain akan tetapi kenyataannya salah satu pemain yang terlibat melakukan diving atau jatuh dengan disengaja. 

Kasus yang lain wasit memutuskan tidak terjadi gol padahal bola telah melewati garis gawang. Kasus yang paling gampang diingat adalah saat pertandingan Inggris kontra jerman di Piala Dunia 2010 lalu. Tendangan Lampard membentur tiang dan memantul ke dalam gawang. Hanya saja, wasit dan hakim garis mengatakan bahwa tidak ada gol. Semua orangpun dapat melihat melalui rekaman bahwa bola telah melewati garis gawang.

Oleh karena itu penggunaan teknologi VAR (Video Assistan Referee) sangat penting untuk membantu wasit dalam membuat keputusan saat pertandingan. Menurut FIFA, teknologi ini digunakan untuk empat kejadian, yaitu saat terjadi gol, keputusan penalti, keputusan mengeluarkan kartu merah, dan ketika wasit hendak menjatuhkan sanksi kepada pemain tertentu. Penggunaan VAR ini membantu wasit menganalisis sebuah pelanggaran di lapangan dari video-video yang dipasang di lapangan selama pertandingan. Kejadian pelanggaran seringkali terjadi begitu cepat. Dengan adanya rekaman video, wasit bisa meninjau ulang kejadian itu dan memberikan keputusan yang lebih tepat.

Di indonesia teknologi VAR mulai digunakan pada kompetisi amatir lokal Bandung Premier League Januari 2019 lalu. Hal ini membuat takjub karena sebuah gebrakan yang dilakukan Bandung Premier League. Kompetisi sepak bola amatir itu mencatatkan diri sebagai yang pertama di Indonesia menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Meskipun hanya kompetisi amatir, namun penggunaan VAR di Bandung Premier League mendapatkan perhatian dari media asing. ASEAN Football menyejajarkan Bandung Premier League dengan kompetisi Asia Tenggara lainnya yang juga sebelumnya sudah menggunakan teknologi VAR seperti Malaysia Super League,  Thai League, dan  V-League Vietnam.

Berangkat dari penggunaan VAR di Bandung Premier League Kemenpora membuat gebrakan di Liga Sepakbola Berjenjang Piala Menpora 2019 dengan menggunakan teknologi Video Assitent Referee (VAR). Kompetisi resmi usia muda yang digulirkan oleh Kemenpora itu akan diikuti sebanyak lima ribu tim dari 157 daerah yang ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Kickoff pertama pada hari Jumat (16/3/2019) mendatang di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Untuk meningkatkan kualitas kompetisi usia muda itu, Kemenpora akan menggunakan teknologi VAR dalam setiap pertandingan. Hal Ini menjadi pertama kalinya dilakukan secara nasional. Penggunaan teknologi VAR secara nasional sangat positif dan bisa menjadi percontohan untuk semua kompetisi yang ada di Indonesia kelak.
Load comments