GARUDA JUARA

Informasi Bola

Latest Update
Fetching data...

Gawat! Ezra Walian Tidak Bisa Berlaga di Piala AFC U-23

Jelang melawan Thailand di Piala AFC U-23 nanti (22/3), Timnas Indonesia mengalami kendala dengan menerima surat yang dikirimkan oleh FIFA dari PSSI. Surat tersebut menegaskan jika pemain depan naturalisasi, Ezra Walian, tidak bisa membela Skuat Garuda Muda pada babak kualifikasi.

Peristiwa mengejutkan ini diawali ketika Match Coordination Meeting (MCM) yang diselenggarakan kemarin, Kamis (21/3) di Hanoi Vietnam. Ezra Walian seharusnya masuk ke dalam 23 daftar pemain yang akan membela Skuat Garuda Muda U-23 pada babak kualifikasi Piala AFC U-23 2020. Sayangnya, karena terganjal urusan administrasi, yaitu sang pemain depan itu ternyata tercatat pernah bermain untuk Timnas Belanda U-17.

Peristiwa ini kemudian membuat AFC menyatakan konsultasi dengan FIFA terkait status striker naturalisasi itu. Hasilnya, FIFA melayangkan surat kepada Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria. Surat tersebut menyatakan jika Ezra dilarang membela Timnas Indonesia U-23 pada babak kualifikasi Piala AFC U-23 2020 dengan rujukan Statuta FIFA pasal 8 ayat 1.

Dilansir dari Bola.com, salah satu isi surat yang dikirim FIFA menyatakan bahwa berdasarkan Regulations Governing the Application of the FIFA Statutes, pemain yang memiliki kewarganegaraan baru hanya boleh satu kali meminta pindah kepada asosiasi yang memberikannya hak bermain, antara lain, bahwa pada penampilan penuh atau sebagai pemain pengganti pertamanya di laga internasional resmi untuk asosiasinya, maka dia telah memiliki kewarganegaraan dari tim yang diwakilinya itu.

Karena hal ini, maka Ezra Walian tidak berhak untuk meminta berpindah asosiasi, walaupun terdapat fakta bahwa ia telah pindah kewarganegaraan Indonesia setelah bermain dalam laga internasional di kompetisi resmi pertamanya sebagai salah satu perwakilan dari Timnas Belanda.

Ezra Walian pernah membela Timnas Belanda U-18 sebanyak dua kali, yakni ketika berhadapan dengan Georgia dan San Marino pada Kualifikasi Piala Eropa U-17 2014 lalu. Ketika bertanding melawan San Marino, Ezra berhasil mencetak lima gol ke Gawang San Marino dan ketika laga berakhir, Belanda menang dengan skor 12-0 atas San Marino.
Read More

Persija Siap dengan Senjata Ampuh, Kalteng Putra Wajib Waspada!

Siapa yang menyangka jika Kalteng Putra akan mengejutkan banyak pihak, karena torehannya kemarin di fase grup Piala Presiden 2019. Berkat hal itu, tim ini akhirnya menjadi salah satu tim yang berhak masuk ke dalam babak 8 besar. Tak tanggung-tanggung, mereka juga akan langsung melawan sang juara bertahan Persija Jakarta pada Kamis depan (28/3) di Stadion Patriot Candrabhaga.

Tentu pertandingan tersebut bukan hal yang mudah bagi Kalteng Putra. Jika dilihat dari tren positif Macan Kemayoran, maka tim ini termasuk yang paling subur selama fase grup di Piala Presiden 2019. Tak tanggung-tanggung, mereka berhasil menciptakan sembilan gol selama babak penyisihan kemarin.

Ini adalah tantangan berat bagi Kalteng Putra, apalagi kondisi Persija Jakarta yang sedang semangat-semangatnya alias onfire. Barisan depan Persija Jakarta akan menjadi ancaman yang sangat nyata bagi para pemain bertahan Kalteng Putra.

Pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliveira secara khusus menaruh perhatian kepada Bruno Matos, yaitu bintang baru Persija Jakarta. Pemain asal Brazil ini menjadi nyawa permainan Persija.

Gomes mengatakan jika Bruno Matos sangat bagus dan memiliki kemampuan yang tinggi serta naluri mencetak gol yang bagus. Hal inilah yang menyebabkan sang pelatih Kalteng Putra harus bertindak waspada terhadap pemain Persija tersebut.

Ia juga mengimbuhkan jika Persija memang tim besar dan memiliki materi pemain yang bagus. Oleh karena itu, Kalteng Putra juga harus mewaspadai semua lini mereka.

Musim perdana Bruno Matos dengan Persija juga begitu bagus. Ia langsung bisa menyesuaikan diri dengan baik dan tampak sudah begitu lama bekerja sama. Bisa dibilang ia langsung menunjukkan kelas sebagai pemain yang berkualitas tinggi.

Bruno Matos merupakan playmaker, sehingga tak heran jika Gomes mengatakan jika ia adalah nyawa permainan Persija. Pemain berusia 28 tahun ini tidak hanya pandai mengolah bola, tetapi ia juga cukup produktif.

Ketika fase grup Piala Presiden 2019 kemarin, Bruno Matos bahkan berhasil menyumbang total empat gol dan saat ini ia merupakan pemain yang mengisi puncak pencetak gol di Piala Presiden 2019 bersama dengan Melvin Platje dari Bali United.
Read More

Madura United Tak Pernah Menang Lawan Persela, Pemain Gelandang Serang ini Heran


Madura United ternyata memiliki rekor tidak pernah menang alias selalu kalah ketika berjumpa dengan Persela Lamongan, yaitu ketika Persela menjadi tuan rumah. Hal ini ternyata menimbulkan tanda tanya bagi gelandang serang Madura United, Slamet Nurcahyo. Ia heran dengan rekor tersebut.

Babak perempat final Piala Presiden 2019 nampaknya akan menjadi momen untuk mematahkan rekor tersebut. Pasalnya, pada Minggu, 31 Maret mendatang, Madura United akan bertemu Persela Lamongan. Laga tersebut akan berlangsung di kandang Persela, yaitu di Stadion Surajaya, Lamongan.

Dilansir dari Bola.com, Slamet Nurcahyo mengatakan jika dalam beberapa kali pertemuan dengan Persela di kandang lawan, Madura United belum bisa meraih kemenangan. Ia mengaku ingin agar timnya mematahkan rekor itu. Ia dan timnya bertekad untuk menang agar dapat melanjutkan perjalanan ke Semifinal Piala Presiden.

Total sudah tiga kali Madura United menelan kekalahan ketika bertandang ke kandang Persela Lamongan sejak berdiri pada 2016 silam. Kekalahan pertama dirasakan ketika di ISC A 2016 dan sisanya di Liga 1 2017 dan 2018. Hasil akhirnya sebenarnya tidak menelan kekalahan semua, tetapi dua kali tumbang dan sekali imbang.

Slamet mengaku tidak mengetahui secara pasti mengapa timnya gagal meraih kemenangan ketika berlaga di Markas Persela. Ia berpendapat jika Laskar Joko Tingkir selalu memiliki semangat lebih ketika bertanding di hadapan suporter sendiri.

Slamet mengatakan jika Laskar Sape Kerrab sudah memiliki pemain yang lebih bagus dari sebelumnya dan tentunya tidak kalah dari Persela. Hal ini bisa saja membuat Laskar Joko Tingkir semakin termotivasi menang.

Slamet juga menambahkan jika Persela termasuk tim yang susah diprediksi. Terkadang mereka memiliki tren bagus dan akan menanjak, seperti pada babak penyisihan Piala Presiden 2019 kemarin. Persela berhasil mendapatkan dua kali kemenangan dan satu seri.

Slamet menuturkan kembali jika dengan situasi saat ini, Persela berkemungkinkan besar melanjutkan tren dan Madura United harus waspada serta selalu siap dengan kondisi apapun.

Disisi lain, Persela juga belum pernah mersakan kekalahan jika berlaga di kandang sendiri selama dilatih oleh Aji Santoso di Liga 1. Akan tetapi, mereka juga pernah tumbah di kandang sendiri pada 18 Januari lalu, ketika menjamu Bali United dengan skor 0-1.
Read More

Jelang Melawan Thailand, Timnas U-23 Mematangkan Taktik Permainan

Thailand akan menjadi lawan yang penuh kejutan pada laga kualifikasi Piala Asia 2020. Pertandingan skuat garuda U-23 dengan Thailand ini akan berlangsung besok (22/3). Untuk mengatasi perubahan susunan pemain Thailand, Timnas Indonesia fokus mematangkan taktik permainan.

Pasalnya, Thailand akan membawa skuat yang berbeda dari Piala AFF U-22 yang diselenggarakan bulan Februari lalu. Indra Sjafri, pelatih Timnas Indonesia U-23 yang berlaga di Piala Asia 2020 mengatakan jika dirinya dan skuat asuhnya mematangkan taktik permainan jelang laga melawan Thailand.

Ia dan tim asuhnya juga menginginkan kemenangan di laga perdana demi memuluskan jalan untuk lolos dan masuk ke putaran final Piala Asia U-23 tahun 2020 mendatang.

Pemain depan Timnas U-23, Ezra Walian mengatakan jika latihan taktik yang dilakukan bersama dengan timnya sudah mampu dilakukan dengan baik. Mereka mengaku banyak melakukan berbagai variasi latihan dan organisasi permainan. Para pemain juga menikmati setiap latihan yang diberikan oleh sangat pelatih.

Pada laga kualifikasi Piala Asia atau Piala AFC U-23 2020, Indonesia berada di grup K bersama dengan tuan rumah, yaitu Vietnam, serta Thailand dan Brunei Darussalam. Seluruh laga kualifikasi akan dilangsungkan di Stadion My Dinh, Hanoi mulai 22 hingga 26 Maret 2019.

Kabar baiknya, jika Indonesia berhasil menjadi juara grup, maka akan langsung masuk alias otomatis lolos ke putaran final Piala AFC U-23 yang akan dilangsungkan di Thailand pada tahun depan (2020).

Lantas bagaimana dengan runner up di masing-masing grup? Ternyata untuk tim-tim yang berada di posisi kedua dalam grupnya harus kembali melakukan laga dengan melawan runner¬ up grup lainnya untuk memperebutkan masuk ke putaran final Piala AFC U-23. Dengan demikian, menjadi juara grup adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Saat ini Timnas Indonesia U-23 beranggotan 24 pemain. Ketika match coordination meeting (MCM), Indra Sjafri, selaku pelatih Timnas Indonesia U-23 akan menyetorkan 23 nama pemain yang akan berlaga di babak kualifikasi Piala AFC U-23 dan hari ini merupakan batas akhir pendaftaran pemain atau MCM tersebut.
Read More